Galungan dan Kuningan


Canang

Suasana galungan dan kuningan di Bali meriah seperti biasanya. Penjor-penjor sekarang sudah tidak sederhana lagi bentuk dan hiasannya. Ada yang mengisi lampu, hiasan beludru, bahkan ada yang ‘memaksa’ memberi hiasan yang bentuknya seperti ogoh-ogoh ^___^

Pada saat penampahan galungan, itulah saatnya bagi umat Hindu untuk memotong babi atau ayam yang akan dijadikan banten/persembahan kepada Dewa, dan juga tentu saja untuk dimakan sendiri. Hali inilah yang paling saya tunggu-tunggu. Jarang-jarang libur, begitu di rumah, saya bisa mendengar suara ‘taktoktaktoktaktok’ yang seakan-akan saling bersahutan. Itulah orang-orang yang sedang ‘nglawar’. Mmmmm…yummmy… Pada saat hari H (galungan) para umat Hindu mebanten, pergi ke pura, dan berkumpul bersama keluarga. Umanis galungan (sehari setelah galungan) adalah hari untuk natab dan juga melali. Mungkin pada bagian inilah yang sangat ditunggu oleh pemuda pemudi Hindu, karena bisa merayakannya bersama kekasih😀

Source foto : Fajar Nusantara Korry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s